SURABAYA - Sandiaga Uno, sebagai founder program One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship (Ok Oce) bertemu dengan ratusan pegiat UMKM se-Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (1/2/2020). Di kesempatan tersebut, Sandiaga Uno membantu periklanan melalui endorse (mereferensikan, red) ratusan pegiat industri UMKM di Jawa Timur. Secara simbolis, berbagai produk UMKM tersebut juga telah OKOCE adalah gerakan penciptaan lapangan kerja, OK OCE, terus memberikan kontribusi positif untuk bangsa. BAHU MEMBAHU MENGEMBANGKAN POTENSI UMKM! Mari berkolaborasi dan bahu membahu mengembangkan potensi UMKM dengan bergabung di OK OCE, bentuk pribadi yang kreatif, mandiri dan terampil. Programini ditargetkan menciptakan 200.000 wirausaha baru dalam waktu lima tahun menjabat. Artinya, setiap tahun akan ada 40.000 wirausaha baru yang ditelurkan dari program pelatihan kewirausahaan OK OCE. Lalu program unggulan saat kampanye tersebut diubah namanya menjadi PKWT (pengembangan kelompok wiraswasta terpadu). 5SITUS TERUS MEMBAYAR NGETIK CAPTCHA Apa itu Captcha dan apakah mengetik captcha dapat menghasilkan uang, sekarang saya ingin melanjutkan lanjutan posting kemarin yaitu tentang jenis-jenis perusahaan captcha.Setiap perusahaan sendiri mempunyai plus minusnya mulai dari rate, flow captcha dan lainnya. sebelumnya saya juga memberikan tips untuk sobat yang ingin memilih perusahaan captcha dibawah OKOCE (Edi Wahyono/detikcom) Merujuk pada laporan dari Dinas UMKM DKI Jakarta per 27 Oktober 2021, Gembong mengungkap jumlah pendaftar wirausahawan baru sebanyak 284.164 ribu. Vay Tiền Nhanh Ggads. Ok Oce Mart Foto Amanaturrosyidah/kumparanKata OK OCE mungkin lebih dari sekadar program yang ditawarkan oleh pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di kancah Pilgub 2017. Gimiknya yang mudah diingat, membuat kata OK OCE menjadi bagian dari bahasa 'kekinian' saat itu -tidak hanya bagi pendukung OK OCE pula Anies-Sandi berhasil menumbangkan Basuki Tjahaja Purnama Ahok-Djarot Saiful Hidayat dalam dua babak Pilgub DKI. Merunut ke belakang, OK OCE yang berarti One Kecamatan One Center Enterpreneurship, lahir dari otak bisnis Sandiaga Uno. Program ini merupakan program pembinaan kewirausahawan yang targetnya akan ada di 44 kecamatan di Jakarta. Program paling nyata dari OK OCE ini adalah pendirian minimarket dengan nama "OK OCE Mart."Di awal-awal pengenalannya, program yang punya misi melahirkan wirausahawan ini sempat menuai kritik karena dinilai tidak realistis. Bahkan, program ini sempat diserang saat debat cagub-cawagub yang diadakan oleh Anies-Sandi bergeming dan mantap menjajakan OK OCE sebagai program andalan -yang bahkan, paling banyak disebut saat debat berlangsung. Bahkan, program ini dianggap sebagai janji kampanye yang sudah terealisasi meski belum terpilih. Lantaran pelatihan-pelatihan OK OCE sudah bergulir bahkan diklaim menghasilkan bibit pengusaha Oke Oce. Foto Ainul Qalbi/kumparanLalu, jelang Anies-Sandi dilantik, apa kabarnya OK OCE?kumparan mencoba mencari tahu dengan mendatangi markas OK OCE yang saat Pilgub ramai diisi dengan kegiatan pelatihan, yaitu Jasmed di Bangka Buntu II, Mampang, Jakarta ini sesungguhnya hanyalah rumah biasa dengan halaman yang cukup luas. Saat kampanye, beberapa kali Sandi menyambanginya untuk sekadar menyapa warga yang ikut dalam pelatihan OK OCE yang diadakan setiap minggunya."Hari ini sedang tidak ada latihan, Mbak," ungkap seorang penjaga, menjelaskan penyebab sepinya tempat menjelaskan sebenarnya pelatihan masih sering diadakan. Namun, untuk minggu ini sepertinya tidak akan ada pelatihan. Ia kemudian memberikan kontak Hardiyansyah, salah seorang pengurus OK OCE Jasmed. Jasmed sendiri sebenarnya hanya satu dari enam lembaga yang menaungi program OK di Festival Oke Oce. Foto Amanaturrosyidah/kumparanSaat dihubungi, Hardiyansyah dengan ramah menyebutkan masih membuka tangan lebar jika ada yang ingin bergabung dengan program OK OCE."Jadi gini, kita setiap ada pelatihan, nanti trainer akan membuka pendaftaran. Kalau kau ikut, ikuti pelatihannya aja dulu," jelas waktunya sendiri, ia mengaku belum ada jadwal yang rutin. Pasalnya, kegiatan pelatihan masih harus mengikuti jadwal dari trainer."Targetnya sih satu minggu satu sampai dua kali. Karena kan kita lihat trainernya juga. Kalau trainernya bisa, bisa satu minggu dua kali. Tapi kadang trainernya sendiri kan ngecancel, ya kita tunda lagi minggu depan," jadwalnya tidak tentu, Hardiyansyah mengaku siapapun yang ingin bergabung bisa menghubunginya untuk mendapatkan jadwal pelatihan berikutnya. Sehingga, saat pelatihan, bisa langsung sendiri, biasanya dilakukan di posko Jasmed di Jalan Bangka Buntu II, atau di Jalan Melawai 16 -yang dulunya merupakan posko Anies-Sandi saat masa belajar soal bisnis, Hardiyansyah mengaku peserta OK OCE juga akan mendapatkan ilmu soal branding serta pendampingan dari para trainer. "Kalau memang bisa dikerjasamakan dengan pihak-pihak lain, nanti kita coba bantu kerjasamakan dengan pihak lain," GARASI Inovasi Oke Oce. Foto Amanaturrosyidah/kumparanUntuk pemasarannya sendiri, ia mengaku sudah menggandeng beberapa minimarket seperti 212 mart dan tentu saja, OK OCE Mart. Namun, Hadiyansyah mengakui, tidak semua produk binaan OK OCE bisa masuk ke minimarket."Untuk masuk ke sana kan ada klasifikasinya nih. Jadi dilihat dulu, kalau memang pasarnya baik, produknya layak untuk dimasukkan ke sana, gitu kan ini baru bisa kita masukkan ke sana. Enggak hanya di OK OCE Mart aja sih, kita targetkan di beberapa market kayak di minimarket 212 dan sebagainya," Sekjen OK OCE, Faransyah Agung Jaya, mengatakan program pembinaan kewirausahaan yang sejak dimulai pada Januari 2017 lalu, hingga saat ini sudah 27 ribu warga yang bergabung. "Bila berdasarkan data pelatihan. Total sudah di 27 ribu warga. Rencananya kita akan pendataan ulang setelah pelantikan," ungkap Sekjen OK OCE, Faransyah Agung Jaya, saat dikonfirmasi kumparan, Senin 9/10. Dari ribuan warga yang sudah tergabung dalam program pembinaan OK OCE, sudah ada beberapa yang sudah menghasilkan produk, mulai dari kudapan hingga barang-barang seperti sepatu, kerudung, aksesoris, dan kaos. Tak hanya itu, OK OCE Mart kini juga telah membuka beberapa gerai di Jakarta, di antaranya berlokasi di Rawamangun, Muara Angke, Cikajang, dan dengan produk UMKM yang diklaim menjadi nilai tambah dari OK OCE Mart, kumparan pun mengunjungi salah satu gerai yang ada di Jalan Cikajang, Jakarta Oce Mart Foto Amanaturrosyidah/kumparanBentuknya selalu khas, dibangun dengan modifikasi kontainer. Bagian sisi kontainer di potong, untuk kemudian dipasangi pintu kaca dan jendela. Sementara, di bagian lantai, terpasang tegel putih yang membuat toko mungil ini terasa bersih."Selamat datang di OK OCE Mart," seorang penjaga menyambut ramah. Ia bernama macam produk ditata rapi. Meski tetap menjual berbagai produk 'mainstream', namun minimarket ini juga menjajakan berbagai produk UMKM."Tidak semuanya binaan OK OCE. Ada yang dari luar OK OCE juga. Pokoknya asalkan ada yang punya produk, dan produknya layak, ya silakan pasarkan di sini. Kan niatnya memang membantu UMKM," jelas Dian yang tengah berkutat dengan buku tabel, menghitung sisa stok bulan Dian, -selain kelayakan produk- tidak ada syarat khusus untuk menitipkan produknya di sini."Yang saya tahu, sistemnya bagi hasil aja sih. Tapi soal jumlahnya, saya kurang tahu," Oce Mart Foto Amanaturrosyidah/kumparanMeski produk rumahan, namun seluruhnya dikemas dengan cantik. Rasanya, tidak kalah dengan produk-produk besar yang diletakkan di rak yang Grubi -produk khas Jambi, ada kripik buah, dan aneka camilan lainnya. Tidak hanya camilan, Dian mengungkapkan, biasanya ada UMKM yang memasok roti dan kue, namun hari itu sedang kosong rak obat, yang letaknya tepat di sebelah kasir, ada satu produk UMKM yang cukup menarik. Produk tersebut berupa obat gosok tradisional dan salep namanya, salep ketapang terbuat dari daun ketapang yang dicampur lilin lebah dan minyak wijen. Obat ini dipercaya mampu mengatasi berbagai penyakit kulit ringan, mulai dari gatal hingga jamur dan kudisan."Alhamdulillah, penjualan di sini sih baik. Ada aja yang beli setiap hari. Mungkin karena yang dijual juga keperluan sehari-hari dan jajanan ringan," ujar kami sempat terhenti sejenak, dengan kedatangan seorang supplier produk rokok. Sambil menunggunya menuntaskan urusan, saya mulai mencari-cari produk yang bisa diluncurkan pertama kali, OK OCE Mart menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan minimarket besar saingannya. Ok Oce Mart diresmikan Sandiaga Uno. Foto Amanaturrosyidah/kumparanBeberapa produk memang lebih murah dibandingkan toko di sebelahnya, meski hanya selisih tipis. Untuk kelengkapannya sendiri, sebenarnya OK OCE Mart menyediakan beragam jenis produk mulai dari makanan kecil, minum dingin, hingga sabun mandi. Namun, tentu saja tidak selengkap minimarket besar."Memang terbatas, karena selain tempatnya juga kecil, yang dijual memang yang kira-kira dibutuhkan saja," jelas mengaku pembelinya paling banyak adalah pengendara yang lewat atau pegawai-pegawai di sekitar lokasi. Itupun, biasanya mereka membeli camilan dan minuman dingin. Meski masa kampanye sudah usai, program OK OCE -dan keluarganya- memang tidak terhenti begitu saja. Sementara Tim Komunikasi Anies-Sandi, Naufal Firman Yursak, menyebutkan usai kampanye program ini kemudian diubah menjadi lembaga independen."Tetapi dia adalah lembaga independen yang tidak bergantung pada pihak manapun termasuk pemerintah. Sifatnya support penciptaan lapangan kerja yang ada di Jakarta. Jadi secara pembiayaan mereka mandiri tidak ada hubungannya dengan pemprov maupun APBD DKI Jakarta," ungkap OK OCE Mart Foto Wandha Nur/kumparan Warga memasuki gerai OK OCE Mart. Foto ANTARA FOTO/Muhammad AdimajaHingga pertengahan Juli ini tercatat sudah ada 42 ribu pendaftar program One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship OK OCE. Namun, baru sekitar 150 orang yang sudah mencapai tahap akhir yakni P7 atau telah menerima pinjaman modal. "Yang sudah menerima permodalan masih sedikit, kalau enggak salah 150 orang terakhir," kata Ketua Umum Pegerakan Gerakan OK OCE PGO Faransyah Jaya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 16/7.OK OCE dikenal memiliki 7 tahapan atau 7 PAS Pasti Akan Sukses. Nantinya, warga yang ingin berwirausaha harus melewati tahap P1 hingga P7. Yang dimaksud 7 PAS adalah P1 pendaftaran, P2 pelatihan, P3 pendampingan, P4 perizinan, P5 pemasaran, P6 pelaporan keuangan dan P7 OK OCE Foto Nugroho Sejati/kumparanFaran menjelaskan, banyak warga yang sulit mencapai tahap permodalan karena terkendala masalah perizinan. Menurutnya, warga masih kurang paham untuk mengurus sesuatu yang sangat prosedural, termasuk soal perizinan yang dinilai ribet. Padahal, para pelaku UMK ini didorong bisa membentuk badan usaha sendiri."Urus perizinan kan tadi ada masukan, sekarang gampang-gampang susah. Yang terjadi memang sosialisasinya. Warga kita mungkin belum paham cara prosedur UMK Usaha Mikro Kecil, tambah dia mesti ke PTSP Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Nanti PTSP ada dokumen-dokumen yang memang perlu diisi," ucap menuturkan, anggota yang sudah mencapai tahap P7 ini memerlukan waktu paling lambat tiga bulan. Sedangkan ada 9 dinas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang juga memiliki warga binaan OK OCE, disesuaikan dengan kerja masing-masing Daging OK OCE Kebayoran Lama Foto Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan"Sebagian besar ya pelatihan dan pendampingan. Kalau pemasaran kita sedikit lompat kan. Memang maunya yang boleh ikut P5, dia sudah P4. Tapi kenyataannya memang karena P4 sedikit terganggu karena waktu itu nunggu pergubnya belum keluar, bulan puasa-Lebaran ya enggak efektif," pungkasnya. Dari total 42 ribu pendaftar melalui situs online OK Oce, baru sekitar 27 ribu yang sudah mengikuti pelatihan. Faran berharap bisa menggenjot sisa anggota yang baru sekedar mendaftar, dibantu dengan para satuan kerja perangkat daerah SKPD yang ikut membina mereka. Warga memasuki gerai OK OCE Mart. Foto ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja Laporan Wartawan Rangga Baskoro WARTA KOTA, GAMBIR - Program kewirausahaan OK OCE merupakan program unggulan Anies-Sandiaga sejak kampanye Pilkada DKI 2017. Program tersebut merupakan solusi yang ditawarkan Anies-Sandiaga untuk mengurangi jumlah pengangguran serta meningkatkan ekonomi warga Ibu Kota agar "naik kelas". Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan KUMKMP Jakarta Pusat, Richard Bangun mengatakan terdapat 7 tahap yang bisa diikuti oleh masyarakat apabila ingin sukses mengikuti program Kewirausahaan Ok Oce. "Ikuti metode 7 Pasti Sukses 7 Pas. Pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perijinan, pemasaran, pelaporan keuangan, dan terakhir permodalan," kata Richard ketika dikonfirmasi, Kamis 8/2. Sebanyak 7 tahap tersebut dilakukan ketika program pelatihan dimulai. Sebelumnya masyarakat diharapkan untuk mendaftarkan diri di laman resmi "Pelatihannya 1 bulan 3 kali. Ada 8 kecamatan di Jakarta Pusat yang sudah mengikuti program pelatihan. Tahap pertama sudah kami laksanakan dari tanggal 1 sampai 7 Februari. Tim PGO Perkumpulan Gerakan Ok Oce yang memberikan pelatihan," tuturnya. Jumlah peserta pelatihan tidak dibatasi. Selain berisi pelatihan tentang kewirausahaan, terdapat pula pelatihan kejuruan dan bursa kerja "Peserta nantinya ada kejuruan bagi para pendaftar, apakah ingin bekerja, ingin memulai usaha, dan ingin meningkatkan usaha Tim Ok Oce akan melakukan koordinasi dengan Sudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau mengikuti Bursa Kerja Kecamatan melalui Job Fair Ok Oce," ujarnya. Para peserta akan diklasifikasikan sesuai dengan skala usaha yang mereka kehendaki, mulai dari usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah dan usaha skala besar yang nantinya bisa di konsultasikan di 8 Kecamatan Kantor Ok Oce. * BAHU MEMBAHU MENGEMBANGKAN POTENSI UMKM! Mari berkolaborasi dan bahu membahu mengembangkan potensi UMKM dengan bergabung di OK OCE, bentuk pribadi yang kreatif, mandiri dan terampil. Silahkan untuk mendaftar dan jadilah bagian dari program OK OCE Registrasi JAKARTA, - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan KUMKMP DKI Jakarta Irwandi menegaskan bahwa target OK OCE tiap tahun adalah peserta yang mendapat izin usaha. Pihaknya tidak sekadar menargetkan jumlah pendaftar OK OCE. "Targetnya itu yang dapat izin jadi wirausaha. Kalau pendaftar sih satu tahun juga bisa dikejar. Kita jangan mengelabui, targetnya adalah IUMK Izin Usaha Mikro Kecil atau izin lainnya," ujar Irwandi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu 12/9/2018.Baca juga Cari Modal untuk Peserta OK OCE, Pemprov DKI Pakai Program Pemerintah Pusat Untuk peserta OK OCE yang mendaftar sampai saat ini sudah mencapai Peserta yang sedang menjalani tahap pelatihan ada sekitar Namun, peserta yang sudah mendapat izin baru sekitar Sementara itu, peserta yang sedang menjalani tahap permodalan ada sekitar atau 20 juga Bawa OK OCE ke Level Nasional, Ini yang Disiapkan Sandiaga Tahapan OK OCE ada 7, yaitu pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perijinan, pemasaran, pelaporan keuangan, dan terakhir permodalan. Irwandi menyadari target wirausaha untuk tahun ini masih jauh. "Makanya ini harus dikejar, tetapi kalau saya bilang targetnya hanya yang pelatihan saja, saya salah," ujar Irwandi. Baca juga Cerita Pemilik Dapur Ghaisyanie yang Rasakan Manfaat OK OCE Ini berbeda dengan yang pernah disampaikan Sandiaga Uno saat masih menjabat sebagai wakil gubernur.

cara mendaftar program ok oce