Foto iStock/Adab Menerima Tamu dan Bertamu Menurut Sunnah Rasulullah SAW. Jakarta -. Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya adab bertamu dan menerima tamu dalam kehidupan sehari-hari. Adab ini ditulis dalam hadits lalu diajarkan di tiap generasi muslim. Ustaz Khalid Basalamah dalam siaran berjudul Adab Bertamu di Rumah Orang menjelaskan cara
CaraMenerima Tamu Sabtu, 14 Februari 2009. Macam-Macam Tamu Macam-Macam tamu menurut kepentingannya : a. Tamu yang datang untuk minta dana/sumbangan Apabila tamu memang minta sumbangan, maka tamu tersebut di persilahkan untuk menghubungi bagian lain yang memang khusus menangani dana (sumbangan). Jadi harus bertemu dengan pimpinan.
Kehadirantamu pun harus dimuliakan dan disambut dengan baik. Sebagai tuan rumah, ada tata cara yang harus diperhatikan dalam menerima tamu. Agar tamu merasa betah dan nyaman, simak lima tata cara berikut ini. 1. Segeralah membukakan pintu. Ketika mendengar tamu mengetuk pintu atau membunyikan bel dan mengucap salam.
TERBAIK☎ WA 0813 2744 6997 Biaya Desain Interior Apartemen 1 Bedroom Tegalrejo, Magelang 56192 TERBAIK ☎ WA 0813 2744 6997 Biaya Desain Interior Apartemen 1 Bedroom Tegalrejo, Magelang 56192 ~ ☎ WA 0813 2744 6997 Biaya Desain Interior Bernuansa Hijau Ngluwar, Magelang 56485 ☎ WA 0813 2744 6997 Biaya Desain Interior Ruang Tengah Rumah
2 Iringkan tamu hingga masuk ke restoran. Iringkan tamu hingga masuk ke restoran melalui pintu utama yang telah di standby kan petugas greeter. Jika jarak mobil dari pintu utama cukup jauh, disarankan untuk menggunakan payung agar tamu terlindung dari panas dan hujan terutama tamu lansia dan balita. 3.
Vay Nhanh Fast Money. Unduh PDF Unduh PDF Sebagai seorang penyambut tamu, Anda adalah orang pertama dan terakhir yang dilihat oleh tamu di restoran. Karena itu, Anda harus selalu waspada, cekatan, dan efisien. Menjaga restoran tetap rapi, memastikan para pelanggan merasa senang, dan mengawasi setiap meja merupakan sebagian cara untuk membuat pelanggan bahagia. 1Pastikan Anda sudah menyiapkan segalanya sebelum memulai sif kerja. Anda harus menyiapkan banyak pulpen dan penanda, denah tempat duduk, dan kertas untuk mencatat keperluan pelanggan. Jika ada yang sesuatu yang kurang, mintalah manajer Anda membawakannya. Anda juga harus memastikan semua peralatan makan yang bersih sudah siap digunakan.[1] 2 Perhatikan setiap area restoran. Buatlah denah pengaturan kursi dan posisi pelayan. Perhatikan jumlah meja yang terisi di setiap area, jumlah orang yang duduk di meja tersebut, dan kapan pelanggan mulai duduk. Hal ini akan membantu Anda menunjukkan tempat duduk yang kosong kepada para pelayan berdasarkan area yang paling sepi.[2] Jika restoran Anda menerima reservasi, pastikan untuk memperhitungkan hal tersebut saat membuat rencana denah tempat duduk! 3 Berkomunikasilah dengan para pelayan. Anda harus tahu apakah seorang pelayan kewalahan melayani dua meja atau dapat melayani meja lainnya meskipun sedang sibuk. Cara terbaik mengetahui hal ini adalah dengan bertanya. Ingat, Anda dan mereka bekerja sebagai sebuah tim![3] Jika memungkinkan, tanyakan kesiapan para pelayan yang sibuk untuk melayani meja lain sebelum mempersilakan pelanggan duduk. Anda juga bisa bertanya apakah seorang pelayan siap melayani grup besar jika ada serombongan tamu yang masuk sekaligus. 4Berjalanlah ke sekeliling ruangan untuk memantau setiap meja. Terkadang, di tengah sibuknya jam makan malam, Anda dapat kehilangan jejak tamu yang sudah pulang. Jika Anda khawatir akan hal ini, mintalah seseorang untuk mengawasi area penyambutan tamu dan berjalanlah ke sekeliling ruangan sambil membawa denah tempat duduk. Carilah meja yang ditandai sebagai “terisi”, tetapi sudah kosong. Anda juga bisa mengecek pelanggan mana yang sedang menikmati makanan penutup, supaya pelayan di area itu bisa bersiap-siap melayani tamu baru secepatnya.[4] 5Ikutlah membantu membersihkan dan menata meja jika diperlukan. Menata meja mungkin bukan bagian dari tanggung jawab Anda, tetapi Anda harus mau membantu saat dibutuhkan. Bersihkan meja dengan lap, atur peralatan makan, dan luruskan kursi-kursi restoran saat Anda tidak sedang sibuk mengerjakan hal lain.[5] Iklan 1 Sapa para tamu dengan senyuman dan sambutlah mereka saat memasuki restoran. Anda adalah orang yang memberikan kesan pertama. Jadi, pastikan Anda selalu menyadari kehadiran seorang tamu baru. Sapa pelanggan dengan hangat, serta panggil nama mereka jika tamu tersebut adalah pelanggan tetap. Beri tahu para tamu secepatnya apabila mereka harus menunggu agar mereka memiliki opsi makan malam di tempat lain.[6] Jika Anda sibuk melayani tamu lain saat ada tamu baru yang datang, sambut kedatangan mereka dengan senyuman atau dengan mengatakan sesuatu seperti “Saya akan segera menemui Anda!” 2Tanyakan berapa banyak orang yang akan makan. Jangan berasumsi bahwa dua orang yang masuk ke dalam restoran tidak membawa orang lain. Teman-teman mereka yang lain mungkin belum datang. Selalu tanyakan jumlah tamu yang akan datang supaya Anda bisa menyesuaikan ukuran meja yang diperlukan.[7] 3Tanyakan kepada para pelanggan apakah mereka memiliki preferensi tempat duduk. Tamu berbadan besar tidak akan nyaman duduk di kursi kecil, sementara pelanggan yang kesulitan berjalan mungkin lebih menyukai meja di dekat pintu agar tak perlu berjalan jauh. Nilailah situasinya sendiri, tetapi jangan segan bertanya kepada para pelanggan perihal preferensi tempat duduk mereka.[8] 4Jawablah panggilan telepon dengan cepat. Penyambut tamu di sebuah restoran biasanya bertugas menjawab panggilan telepon. Pastikan Anda menjawab panggilan telepon secara cepat dan profesional. Sebutkan nama restoran dan nama Anda, lalu tanyakan hal apa yang bisa dibantu. Bertanyalah secara sopan sebelum menunda panggilan tersebut jika Anda sedang sibuk.[9] 5Tetaplah tenang sekalipun restoran tampak kacau. Saat waktu makan malam tiba, sangat sulit untuk tetap tenang dan berpikir jernih. Akan tetapi, jika Anda panik, seluruh restoran akan menjadi berantakan. Jika Anda merasa tertekan, ambil napas panjang dan ingatlah bahwa waktu makan malam yang sibuk akan berakhir dalam beberapa jam.[10] Iklan 1Antar para pelanggan menuju mejanya masing-masing. Jangan berjalan lebih cepat daripada pelanggan Anda. Berjalanlah sedikit di depan mereka sambil membawa menu dan peralatan makan ke meja yang dipilih. Tanyakan apakah mereka senang dengan posisi meja tersebut sebelum mempersilakan duduk. 2Sampaikan permintaan maaf kepada pelanggan jika mereka menunggu terlalu lama. Sebagian besar pelanggan mau menunggu setidaknya 10 menit sebelum diberi tempat duduk di dalam restoran, terutama jika mereka tidak membuat reservasi. Jika tamu-tamu Anda harus menunggu lebih lama, sampaikanlah permintaan maaf yang tulus sambil menunjukkan meja mereka. Tanyakan pada pihak manajemen apakah Anda boleh menawarkan minuman atau makanan pembuka gratis jangan tawarkan hal ini pada tamu sebelum mendapat izin.[11] 3Pastikan tamu-tamu Anda duduk dengan nyaman. Jika restoran sedang sepi, aturlah agar para tamu tidak duduk berdekatan dengan meja yang penuh. Tentu saja, saat restoran penuh, para tamu harus duduk bersebelahan dengan tamu lainnya, tetapi pastikanlah masing-masing dari mereka memiliki ruang yang cukup untuk merasa nyaman.[12] 4Lakukan rotasi tempat duduk. Dengan menempatkan para tamu secara berotasi, Anda dapat memastikan semua pelayan mendapat uang tip malam itu. Sistem rotasi juga akan mencegah para pelayan kewalahan karena harus melayani beberapa meja dalam satu waktu.[13] 5 Letakkan buku menu dan peralatan makan untuk masing-masing tamu di tempat duduknya. Jangan letakkan menu langsung di meja, sebab hal ini terlihat kasar dan terkesan meremehkan. Akan tetapi, letakkanlah menu dan peralatan makan secara hati-hati di masing-masing tempat duduk, lalu pastikan semua tamu sudah duduk sebelum Anda meninggalkan meja tersebut. Bersiaplah untuk mengambil air minum atau benda-benda kecil lainnya untuk para tamu. Apabila mereka meminta lebih, sampaikan dengan sopan bahwa pelayan akan segera datang ke sana. 6Bicaralah dengan para tamu saat mereka meninggalkan restoran. Anda adalah orang terakhir yang melakukan kontak. Jadi, berilah salam perpisahan pada tamu yang keluar. Hal ini akan membuat mereka mendapatkan pengalaman makan malam yang menyenangkan.[14] Iklan Para tamu harus mendapat buku menu yang bersih. Bersihkan semua buku menu dengan lap sebelum sif Anda dimulai, serta saat benda tersebut dikembalikan selama sif berlangsung. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Pengetahuan dan kedisiplinan dalam cara penulisan saat taking order sangat menentukan kecepatan dan keakuratan penyajian order atau pesanan makanan dan minuman. Jika terjadi kesalahan sedikit saja dalam penulisan order atau pesanan tamu, maka sudah dipastikan akan terjadi complaint dari tamu karena ke-tidak-sesuaian antara apa yang dipesan dan disajikan. Disini peran Waiter dan Waiteress sangat menentukan mutu layanan sebuah restoran. Disini, jelas sangat diperlukan pengetahuan dan kedisiplinan dalam taking order. Untuk itu, Restofocus mencoba memberikan cara taking order yang baik dan benar yang berguna bagi staff Waiter dalam menjalankan tugas nya setiap hari. Adapun cara taking order yang baik dan benar adalah sebagai berikut 1. Berdiri sempurna minimal 1 langkah dari meja tamu Jangan menekuk atau melipat kaki. Sikap anda yang disiplin akan memberi kesan yang baik kepada tamu. 2. Tanyakan dengan sopan apa pesanan tamu Berbicaralah dengan nada yang halus dan tidak terlalu keras. Jangan lupa untuk tersenyum sebagai tanda anda senang melayani tamu. 3. Dengarkan dengan seksama dan tuliskan di buku atau bill Order. Tuliskan dengan rinci jika ada pesanan yang bersifat khusus misalnya tidak pakai Cabe, tidak pakai Merica, dan hal lainnya. 4. Pisahkan antara pesanan Makanan dan Minuman Berilah jarak baris untuk memudahkannya. Ini berguana saat nanti anda mengulang pesanan tamu, dengan susunan menu makanan dan minuman, tamu akan terinformasikan dengan baik mengenai apa saja yang telah mereka pesan. 5. Konfirmasikan pesanan tamu Setelah tamu selesai pesan, maka bacakanlah kembali apa yang sudah dicatat di buku atau bill Order untuk konfirmasi apabila terjadi kesalahan atau kekeliruan pencatatan pesanan. 6. Jika tamu sudah mengiyakan atau menyatakan bahwa apa yang sudah dibacakan itu benar. barulah katakan terima kasih untuk pesanannya dan permisi untuk meninggalkan tamu. Terkadang ada tamu yang sibuk mengobrol atau bicara sendiri sebelum anda mendapat kepastian dari tamu apakah pesanan nya sudah benar atau belum. Jangan sungkan untuk menanyakannya kembali kepada tamu untuk menghindari kesalahan. Ini jauh lebih baik daripada anda disalahkan karena salah mencatat pesanan karena dianggap tidak konfirmasi. Cara taking order di atas jika dijalankan dengan benar dan penuh disiplin akan sangat meminimlkan jumlah complaint atau keluhan tamu seperti salah pesanan dan terlambatnya pesanan sampai di meja tamu. Demikian artikel cara taking order yang baik dan benar. Bagi Anda yang ingin bertanya atau berkomentar seputar artikel cara taking order yang baik dan benar, silahkan menuliskannya di kolom komentar. Semoga bermanfaat.
Cara Menyambut Tamu ReservasiKetika anda menerima seorang tamu reservasi, ada etika yang perlu kita ketahui, untuk menciptakan suasana yang menyenangkan di lingkungan restoran, sehingga pelanggan merasa nyaman dan memiliki kesan yang baik terhadap tempat kerja kita. Cara menyambut tamu reservasi harus dilakukan oleh seorang senior waiter , Manager atau Supervisor yang sudah memiliki pengalaman bagaimana cara menyambut tamu reservasi di restoran dengan perlakuan baik dan itu, waiter juga harus mengetahui dan memahami sifat, nama asli ,posisi dan pangkat serta perilaku para tamu yang datang ke restoran dalam hal menyambut tamu, kita mesti welcome, ramah, dan tunjukkan sikap yang senang karena kehadiran nya di resto bawah ini poin penting dalam menyambut tamu reservasi di restoran yang harus kamu ketahui. Diantaranya sebagai berikutLangkah Langkah Yang Harus di PerhatikanGreetingSelamat malam, Ibu/Bapak Sebuah meja untuk 4 orang?Apakah anda memiliki reservasi meja?Selamat datang bapak/ibu, ada yang bisa saya bantu?. Apakah bapak memiliki reservasi meja?Guest No ReservationsJika tamu tersebut tidak ada reservasi sebelumnya maka katakanOh ya boleh kok. Bolehkah saya tahu nama anda, bapak?Apakah anda lebih suka area merokok atau bebas rokok, Mr. Tony?Silahkan lewat sini. Bawa tamu tersebut ke meja. Berbicaralah dengan para tamu saat Anda berjalan.Apakah meja ini cocok Bapak?Izinkan saya membantu Bapak saat menarik kursi untuk tamu atau saat menyajikan serbet.Guest ReservationsJika tamu tersebut memiliki reservasi maka katakanlahSelamat malam, Ibu/Bapak. Sebuah meja untuk 4 orang?Apakah anda memiliki reservasi meja sebelumnya?Untuk reservasi atas nama siapa ,Bapak?Bolehkah saya tahu nama Bapak?Silakan lewat sini, Tuan Tony. Antar tamu ke meja mereka. Berbicaralah dengan mereka saat Anda berjalan.Izinkan saya membantu bapak Tony saat menarik kursi untuk tamu atau saat menyajikan serbet.NotedCatatan yang harus dipahami dalam menangani masalah reservasi meja. Seperti dibawah iniDi restoran, semua tamu harus disambut di pintu masuk dalam waktu 1 menit setelah kedatangan. tamu disambut dengan hangat dan kontak mata yang diantar ke meja yang sudah siapkan , dan waiter menawarkan minum teh atau mau minum apa?Apa Bapak mau minum kopi/Teh?MenulistWaiter memberikan daftar menu pada tamu setelah tamu duduk di meja masing masing. Contohnya dibawah iniIni menunya Pak ini kami ada set menu spesial Pak ,Nasi goreng wagyu+Ice saya merekomendasikan makanan Special?Saya rekomendasikan mie goreng jawa , makanan ini tuh selain enak pak juga paling laris di restoran ini. Apakah Bapak mau?Kami juga memiliki prasmanan lezat untuk anda hari ini Jika restoran memiliki buffet.Ini adalah menu spesial sarapan / teh sore kami waiter menunjukkan kepada tamu buffet menu pada hari itu.Jika tamu sudah memilih menunyaSaya akan kembali dalam beberapa menit untuk mengambil pesanan makan siang, menu disajikan segera setelah menu harus bebas dari kotoran, noda, dan tepi yang makan malam, setelah tamu duduk dan menetap, tamu akan ditanya apakah mereka ingin minuman beralkohol atau tidak, sebelum disajikan nya makanan utama. Pengaturan meja harus disesuaikan dengan jumlah tamu di source
Dalam memberikan pelayanan terbaik kepada tamu, kita harus memulainya dari tamu datang ke restoran kita hingga tamu selesai makan dan pulang. Untuk itu, perlu diperhatikan bagaimana cara menerima tamu saat kedatangannya di restoran kita. Hal ini penting dalam memberikan kesan pertama kepada tamu terhadap restoran dan pelayanan kita. Apa yang dialaminya pertama kali saat menginjakkan kakinya di restoran adalah hal yang akan menentukan suasana hati dan kenyamanan tamu selanjutnya sampai tamu tersebut selesai makan dan pergi. Hal yang perlu kita lakukan adalah memberikan sambutan yang ramah saat kedatangan tamu, sambutlah dengan senyum dan antusias yang menandakan bahwa kita menyukai dan sangat senang dengan kedatangan mereka di restoran kita. Sambut dan iringkanlah tamu sampai pada meja atau tempat duduk yang diinginkannya. Jika kita berhasil memberikan sambutan yang baik kepada tamu, maka tamu yang lelah bisa terobati dengan senyum dan keramahan yang kita berikan, sebaliknya, jika tamu datang tanpa sambutan atau bahkan crew restoran terkesan cuek, maka biasanya, tamu hanya makan di restoran itu satu kali saja karena lapar dan terlanjur sudah masuk ke restoran dan tak kan kembali lagi. Lalu bagaimana cara menerima tamu di restoran dengan baik? Berikut adalah beberapa langkah menerima tamu di restoran yang bisa diterapkan di restoran Anda 1. Membantu membukakan pintu mobil Saat tamu akan keluar dari mobil, crew restoran waiter atau bisa juga satpam membantu membukakan pintu mobil sambil sambil mengucapkan selamat datang dengan ramah dan senyum 2. Iringkan tamu hingga masuk ke restoran Iringkan tamu hingga masuk ke restoran melalui pintu utama yang telah di standby kan petugas greeter. Jika jarak mobil dari pintu utama cukup jauh, disarankan untuk menggunakan payung agar tamu terlindung dari panas dan hujan terutama tamu lansia dan balita. 3. Memberikan ucapan salam Petugas greeter yang telah siap di depan pintu utama restoran memberikan ucapan selamat datang kepada tamu dengan ramah dan senyum, misalnya "selamat datang di restoran AB Seafood, silahkan..." 4. Mengantar tamu ke mejanya Setelah tamu disambut dengan ucapan salam atau greeting, waiter menyambut kedatangan tamu dan mengantarnya ke meja yang diinginkannya. Itulah beberapa langkah cara menerima tamu di restoran. Cara yang baik seperti ini akan memberikan kesan yang mendalam bagi tamu tentang pelayanan kita. Dan jika tamu menemui ada yang kurang dari pelayanan kita seperti pesanan sedikit lama diantar atau kualitas makanan dan minuman kurang fresh, maka hal ini bisa menjadi peredam kekecewaan tamu. Dan jika pelayanan berjalan dengan lancar dan kualitas makanan dan minuman oke, maka tamu mendapatkan kepuasan yang sangat baik. Dengan cara inilah loyal customer bisa kita dapatkan. Tamu yang loyal kepada restoran kita, akan selalu menyempatkan diri untuk kembali berkunjung ke restoran kita. Dan jika semakin banyak pelanggan atau tamu yang loyal kepada restoran kita, semakin sukseslah restoran kita. Satu hal yang sangat penting, berikan sambutan dan senyum yang tulus dari hati ingin menyenangkan tamu. Karena hanya ketulusan yang bisa dirasakan oleh tamu. Sambutan dan senyuman yang hanya formalitas dan hanya melaksanakan tugas, tidak akan berkesan apapun. Jadi lakukanlah dengan hati. Semoga bermanfaat.
0% found this document useful 0 votes3K views11 pagesDescriptioncara menerima tamuCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3K views11 pagesCara Menerima Tamu Di RestoranJump to Page You are on page 1of 11 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 10 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
cara menerima tamu di restoran